Untuk pertama kali peserta KKNS kelompok 2 yang ditempatkan di lintas kabupaten (SAMPANG) memberikan sebuah inovasi baru dengan membuat perlengkapan dalam bentuk administrasi yang bervariatif seperti melengkapi adanya struktur kepengurusan KKN, adanya P3K, kotak saran dan tempat tamu.

  Dalam kerjasamanya pun mereka sudah punya komitmen tinggi untuk selalu bersatu dalam urusan apapun. Sehingga, semua program perencanaan tidak terjadi adanya penikmat dan pejuang antara peserta kelompok, mereka rela berjuang bersama walaupun bentuk ketidaksiapan adalah ujung tombak sebagai alasan.

 "Kita berada disini hanya beberapa waktu. bahkan hanya sebulan saja. Jadi, mari teman-teman kita berjuang bersama untuk memberikan apa yang tebaik untuk kelompok kita kepada desa Samaran ini. Kita semua juga dalam tahap belajar, jadi kami mohon jangan pernah mengeluarkan alasan tidak tahu, dan kita harus bekerja sama, sama kerja dan jangan mengerjai sesama. Karena, kalau diantara kita ada yang mengatakan tidak bisa maka akibatnya hanya mengurangi semangat antuasisme teman-teman yang lain. Jadi marilah kita berjuang bersama-sama untuk mengamalkan hadits nabi "خير الناس أنفعهم للناس""

 Itulah arahan  ketua kelompok 2 sebagai bentuk motivasi kepada anggota yang lain supaya semangat juang bersama selalu terjalin antara teman-teman dengan baik dan bermartabat.

 Selesai dari pembuatan administrasi perlengkapan di atas, semua teman-teman peserta KKN membentuk formasi pembagian tugas, sebagian mahasiswa untuk bersosialisai dan  sebagian lagi mahasiswi membantu persiapan acara yang menjadi kegiatan di desa setempat. Dalam perencanaan awal, bagian mahasiswa yang beranggotakan 6 orang mencoba untuk pertama kalinya bersosialisasi pada masyarakat sekitar. Dengan perencanaan mengunjungi beberapa tokoh/public figur desa Samaran. Mereka semua ingin memulai misinya dengan meminta masukan dari kepala desa Samaran perihal apa yang dibutuhkan di desa tersebut. Sesampainya di kediaman kepala desa ternyata bapak kepala desa dalam keadaan tidak sehat sehingga intraksi sosial pun harus ditemani oleh istrinya saja. Tetapi, Alhamdulillah waktu itu sesampainya di kediamannya sudah ada salah satu kepala dusun dari desa samaran yang menjalankan tugasnya sebagai kepala dusun di kediaman kepala desa tersebut, maka intraksi sosial pun memberikan banyak manfaat dengan cara minta beberapa pendapat terkait pelaksanaan dari perencanaan mahasiswa.  peserta KKN memberikan gambaran terkait apa yang akan dilaksanakan kemudian meminta tanggapan dari istri dan kepala dusun untuk terealisasinya perencanaan.

 Ada beberapa masukan dari istri kepala desa terkait tugas mahasiswa dalam pertemuan itu, salah satunya adalah pembuatan plakat kepala desa dan kepala dusun agar dibuatkan sesuai dengan keinginannya karena melihat kondisi saat ini memang di desa tersebut tidak ada plakat nama. Maka masukan tersebut dijadikan acuhan untuk dijadikan agenda oleh mahasiswa agar segera dibuatkan sesuai harapan dan perencanaan istri kepala desa, dan mengingat masukan darinya  sudah dimusyawarohkan dengan matang olehnya dengan kepala desa tersebut.

 Sementara bagian mahasiswi membantu untuk menyiapkan acara rutinitas desa yang disebut dengan "MUSLIMATAN"  mulai dari pagi hari, sebagian dari mahasiswi tidak bisa mengikuti program mahasiswa karena pada saat itu acara "MUSLIMATAN" diletakan pada jam 15:00. Memang, mahasiswi tersebut harus ikut serta membantu tuan rumah karena peserta hadirin acaranya melibatkan beberapa masyarakat bahkan juga dihadiri oleh istri dan beberapa tokoh wanita desa setempat. Konsep acaranya pun tidak sesederhana sebelumnya. Karena, selain mahasiswi membantu untuk persiapan acara, ternyata juga sebagai pemain lapangan dalam memimpin, memandu, dan melaksanakan acara tersebut. Rasa syukur terucap dari mulut mahasiswi karena sudah bisa menjadi panitia sekaligus pemain lapangan dalam acara tersebut walalupun kekurangan adalah dampak awal dari proses pengabdianya.

 Setelah pelaksanaan sholat Isya' semua peserta KKN melaksanakan rapat koordinasi berhubungan dengan pelaksanaan program yang harus dilakukan selama satu bulan di sesa Samaran, mereka semua merancang dan mempersiapkan beberapa hal sebagai bentuk pengabdian pada pada masyarakat seperti bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan dan sosial budaya. Kira-kira 2 jam lamanya pelaksanaan rapat koordinasi berlangsung, Alhamdulilah menghasilkan beberapa poin sebagai program yang sifatnya pengabdina pada masyarakat.

 Dari beberapa uraian dan kegiatan diatas merupakan bentuk dari perjuangan mereka sebagai peserta KKN desa Samaran kecamatan Tambelangan kabupaten sampang.

 Harapan terakhir dari ungkapan ini semoga peserta KKN sesuai dengan apa yang diharapkan oleh ketua yaitu خيىر الناس أنفعهم للناس  yaitu menjadi mahasiswa yang siap mengabdi pada masyarakat. 


Tambelangan, 02 Desember 2019
Penulis    : Ahmad Hayyan
Editor      : Amin Sihab